Hal-Hal yang Dapat Memantapkan Karirmu sebagai Programmer dari Kisah Pendiri Microsoft

Hal-Hal yang Dapat Memantapkan Karirmu sebagai Programmer dari Kisah Pendiri Microsoft

Thu, Jul 13, 2017 1:13 PM
Profile by Lia Reny

“Success is a lousy teacher. It seduces smart people into thinking they can't lose." – Bill Gates

Ketenaran Bill Gates sebagai pendiri Microsoft membawanya menjadi salah satu tokoh berpengaruh di dunia. Lebih spesifik kesuksesan membangun dari bawah sebuah perusahaan yang mampu meroketkan namanya pada industri komputer dengan membuat perangkat lunak yang dipakai oleh hampir seluruh komputer di dunia.

Ayah Bill Gates seorang pengacara yang sangat sukses, dan ibunya seorang guru. Saat membaca majalah bisnis di sekolah menengah, Bill Jr memiliki mimpi yang berbeda, -untuk membuka perusahaan-. Mimpi yang berbeda dari anak-anak kebanyakan. Bagaimana Bill Gates bisa berbeda? Berikut hal-hal yang dapat kamu ambil dari kesuksesan kehidupannya.

Bill Gates journey

Memulai dari Nol

William Henry Gates III lahir pada 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington. Gates tumbuh di kalangan menengah-atas. Semasa Sekolah Dasar, prestasi akademik dalam pelajaran Sains dan matematika melampaui teman-teman sebayanya. Kemudian, Gates pindah ke Lakeside School. Disinilah untuk pertama kalinya Gates diperkenalkan dengan komputer. Bill Gates mengatakan:

“Ketika saya berusia 13 tahun, sekolah saya (Lakeside School) memasang teletype yang dihubungkan ke pusat kota Seattle. Sejak itu saya dan teman-teman menghabiskan sebagian besar waktu luang kami menulis program dan mencari tahu bagaimana komputer dapat melakukan hal-hal yang menarik.”

Meninggalkan kelas matematika demi mengikuti minat pada pemrograman, Gates berhasil membuat program komputer pertama kali yang memungkinkan pengguna untuk bermain game melawan komputer. Setelah itu ia berhasil menulis program komputer sekolah untuk penjadwalan siswa di kelas. Passion ibarat berjalan dengan menggunakan satu kaki, memang terlihat sulit dilakukan. Namun, bila dilakukan dengan niat, pasti bisa!

Apapun yang Menghalangi, Terus Kejar Passionmu

Setelah lulus dari Lakeside School pada 1973, Gates masuk ke Harvard College. Sebuah institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika sekaligus salah satu yang paling bergengsi di dunia. Memilih Fakultas Hukum sebagai tujuan hidupnya pun juga mengikuti jejak sang Ayah yang seorang pengacara. Kenyataan baik justru terlihat bahwa Bill mampu mengikuti kuliah hukum, namun sama seperti ketika ia masih berada di Sekolah Menengah perhatiannya lebih condong ke komputer. Pun begitu, Bill dikenal sebagai seorang yang jenius, namun juga seorang manusia yang menyebalkan. Untuk beberapa kasus, mungkin orang yang nampak cerdas memang sedikit menjengkelkan, bukan?

Dalam beberapa hari, Gates memberikan kabar ke perusahaan pencipta Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Ia mengatakan bahwa ia dan Paul Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Luar biasanya, hanya dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap untuk dipresentasikan. Saat itu, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna.

Rela Tinggalkan Jalanmu saat ini, Demi Sebuah Impian

Kendati tanpa kendala di perkuliahan hukumnya, ia justru merasa bosan. Karena itu, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston, dan memutuskan “Drop Out” dari Universitas. Gates juga membujuk rekannya, Allen, untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well. Tujuan Bill melakukan tindakan tersebut tak lain adalah agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.

Menjadi Perfeksionis

Kemudian Steve Jobs muncul. Dia ingin Bill menulis software baru yang bersifat visual. Program seperti Excel dan Words. Program yang terlihat manusia. Bill mulai bekerja. Jobs menganggap produk tim Bill tidak berasa, tapi Bill terus melakukannya. Dia menjadi lebih baik dan lebih baik sampai dia benar-benar bagus. Bill mulai menjadi perfeksionis.

Menjadi Sosok Tangguh dan Gemilang

Ketika Jobs mendengar tentang Windows, dia menjadi tergerak. Dia mengecam Bill yang memanggilnya ke Cupertino. Di depan sepuluh pegawai Apple, Jobs menuduh Gates merampok Apple. Bill mendengarkan dengan tenang dan menjawab bahwa Jobs mencuri gagasan itu seperti yang dia lakukan sendiri. Bill mulai menjadi sosok yang tangguh.

Saat Windows diluncurkan, Bill memvisualisasikan dunia di mana setiap rumah memiliki komputer, dan komputer itu menjalankan Windows. Bill mulai menjadi sangat kaya. Dan saat visinya terwujud, dia menjadi orang terkaya di dunia pada usia 39 tahun.

Tak Lupa Berbagi Kepada Sesama

Di karir gemilangnya, Bill Gates tak lantas lupa bahwa apa yang dimilikinya saat ini ada beberapa bagian yang dimiliki orang lain. Bill Gates telah mengumpulkan kekayaan sedemikian banyak. Ia rajin menyumbangkan kekayaannya untuk amal. Namun demikian, tak mata duitan dan di masa lalu tak pernah membayangkan jadi orang terkaya. Malah Gates pernah mengira pasti aneh rasanya menjadi miliuner.

Dari fakta tak terbantahkan diatas, sangat membantu membuktikan bahwa sesuatu yang saat itu mustahil adanya, perlahan akan menjadi kenyataan. Kita tak haram merencanakan sesuatu yang tak mungkin terjadi, tetapi tentu saja harus dengan keyakinan bahwa kita melakukan pekerjaan dengan optimal agar hasil bisa maksimal, berani mengambil resiko, selalu meng-update ilmu dan kemampuan kita, dan terakhir tetaplah dermawan karena diatas langit masih ada banyak langit. Jadi, sudah sekeras apa kamu mengejar karirmu di dunia pemrograman?