Kampiun Digital

Kampiun Digital

Thu, Jun 15, 2017 12:30 PM
Sosio by Admin

Dunia menyukai "rankingisasi". Term yang dipakai untuk menunjuk peringkat atau posisi. Sesuatu yang merujuk kualitas dalam ukuran spesifik. Di planet dimana orang akan terhibur, termotivasi dan sekaligus kesal menyaksikan siapa kampiun dan siapa pecundang, peringkat selalu memiliki daya pikat.

Tanpa kecuali di dunia pemrograman. "Rangkingisasi" eksis juga disana. Sebagian orang bisa saja bertanya, bakat dari negeri mana yang paling kuat? Siapa konfirmator paling kompeten di bidang ini? Atau dimanakah posisi programer Indonesia diantara kontes talenta dunia?

Dahaga atas pertanyaan ini mungkin bisa sedikit dipuaskan oleh HackerRank.com. Lewat laporan berjudul "Which Country has the Best Programmers?", yang disusun di bulan Agustus 2016, HackerRank memaparkan tabulasinya.

HackerRank memulai laporan dengan memberikan pertanyaan ulang, seperti banyak anggapan yang menduga Amerika Serikat adalah yang terbaik. Paman Sam dipandang sebagai rumah dari nama-nama besar semacam Bill Gates, Ken Tompson, Dennis Ritchie dan Donald Knuth.

Masih di bagian pembuka, HackerRanks berlanjut mengusik perihal India yang diasosiasikan dengan pertumbuhan cepat tenaga programmer. Hingga angka kemudian berbicara. Lalu telunjuk juri mengarah kepada China dan Rusia sebagai jawara.

Indikator penilaian yang digunakan HackerRanks sendiri mencakup 15 hal. Dari Algoritma, Java, Data Structure, C ++, hingga Phyton, SQL, Ruby dan Security. Disana, China merengkuh poin tertinggi, 100. Russia menyusul dengan 99,9 poin. Asumsi perihal Amerika dan India ternyata berlebihan, keduanya tercecer di peringkat 28 dan 31.

Di kawasan Asia, selain China, seteru tradisional mereka, Jepang dan Taiwan, masuk dalam komposisi sepuluh besar. Singapura nangkring di urutan 13. Vietnam berada di peringkat yang cukup baik, 23. Poin yang dikumpulkan negeri Paman Ho ini berada di bilangan 80-an, angka dimana Amerika dan India tak mencapai level tersebut.

Finlandia yang kerap dipuji sebagai fasilitator pendidikan modern, menyelamatkan muka di tangga ke 15. Adakah Linus Torvalds bisa sedikit tersenyum melihatnya? Pencapaian Eropa Timur yang paling mengesankan di luar Russia digengam Polandia dan Hungaria, tiga dan lima.

Jika diturunkan ke dalam indikator spesifik, China memegang kuasa di tiga domain: Data Structure, Matematika dan Functional Programming. Sementara negerinya Putin kuat di lapangan Algoritma. Uniknya, negeri Asia Selatan, Sri Lanka, merengkuh singsana teratas di urusan Distributed System.

Dimana Indonesia? Anda bisa jadi sudah menantikan jawabnya sedari paragraf kedua. Beruntung, tidak seperti Programme for International Student Assessment atau populer disebut "PISA Test", dimana Indonesia tercecer di kelompok buncit, pada ranking HackerRanks negeri kita ada di nomor 40. Tidak buruk.

"Rangkingisasi" versi HackerRanks -yang dimuat Washington Post dan Business Inside di tahun yang sama-, mungkin tak memuaskan bagi sebagian kepala. Orang akan terpancing mempertanyakan metodeloginya. Kelemahan dan lubang mungkin bisa ditemukan. Semisal hanya users yang mengakses HackerRank yang dapat diakumulasi data dan ukuran talentanya.

Namun terlepas itu, dimanapun data akan selalu berguna. Sepuluh data buruk akan lebih bermanfaat dari seratus asumsi paling menyakinkan. Kecuali bagi mereka yang terlanjur nyaman dininabobokan prasangka. Jadi, apakah Anda tertarik menjadi kampiun digital? Bill Gates dan Donald Knuth sudah tua, mungkin sekarang giliran Anda!