Laju perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang begitu cepat dan pesat, semenjak ditemukannya mesin dan komputer dunia teknologi mengalami perkembangan yang begitu drastis, bahkan bisa dikatakan setiap kita mengedipkan mata, di belahan bumi lain muncul inovasi teknologi terbaru. Begitu cepatnya perkembangan teknologi, kadang tidak terkejar oleh kita sehingga banyak dari kita yang merasa ketinggalan kemajuan teknologi, dan gaptek pun menghantui kita.

Inovasi terbaru yang ada di dunia teknologi tentu tujuan utamanya membuat manusia lebih mudah dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Dari yang dulunya kita perlu berhari-hari mengirimkan kabar ke seberang pulau melalui surat, kini kita hanya butuh smartphone untuk berkomunikasi jarak jauh, bahkan konon suatu saat kita bisa berkunjung ke masa yang akan datang atau masa lalu dengan sebuah mesin waktu. Di era teknologi tinggi seperti saat ini, informasi bisa didapatkan dengan mudah. Terlebih dengan adanya berbagai jenis jejaring sosial. Selain bisa memperoleh informasi dengan cepat, ternyata perkembangan teknologi seperti saat ini memberi dampak buruk lain kepada manusia.

Manusia awalnya tidak mengenal konsep teknologi. Kehadiran manusia purba pada masa pra sejarah, hanya mengenal teknologi sebagai alat bantunya dalam mencari makan, alat bantu dalam berburu, serta mengolah makanan. Alat bantu yang mereka gunakan sangatlah sederhana, terbuat dari bambu, kayu, batu, dan bahan sederhana lain yang mudah mereka jumpai di alam bebas. Misalnya untuk membuat perapian, ia memanfaatkan bebatuan yang dapat memunculkan percikan api, ya sesederhana itu.

Pada awalnya teknologi berkembang secara lambat. Namun seiring dengan kemajuan tingkat kebudayaan dan peradaban manusia, perkembangan teknologi berkembang dengan cepat. Semakin maju kebudayaannya, semakin berkembang teknologinya karena teknologi merupakan perkembangan dari kebudayaan yang maju dengan pesat. Teknologi yang berkembang dengan pesat, meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Masa sekarang nampaknya sulit memisahkan kehidupan manusia dengan teknologi, bahkan sudah merupakan kebutuhan manusia. Awal perkembangan teknologi yang sebelumnya merupakan bagian dari ilmu atau bergantung dari ilmu, sekarang ilmu dapat pula bergantung dari teknologi.

Jean M. Twenge, Professor Psikologi San Diego Stage University telah meneliti perbedaan generasi selama 25 tahun, dimulai ketika ia masih menjadi mahasiswa doktoral berusia 22 tahun dalam bidang psikologi. Biasanya, karakteristik yang datang untuk mendefinisikan sebuah generasi muncul secara bertahap, dan sepanjang sebuah kontinum. Millennial, misalnya, adalah generasi yang sangat individualistis, namun individualisme semakin meningkat sejak Baby Boomer disemarakkan, masuk, dan keluar. Grafik garis tren ini naik turun yang tampak seperti bukit dan lereng. Sekitar tahun 2012, ia melihat perubahan mendadak dalam perilaku remaja dan keadaan emosional. Lereng garis grafik yang statis berubah menjadi pegunungan dan tebing curam, dan banyak karakteristik khas dari generasi Milenium mulai menghilang. Dalam semua analisis data generasional -beberapa mencapai kembali ke tahun 1930an- belum pernah ia melihat yang seperti ini.

Awalnya ia menduga ini mungkin kacau, tapi tren-nya bertahan, beberapa tahun dan serangkaian survei. Perubahan itu tidak hanya dalam prosentase, tapi juga dalam bentuk nyata. Perbedaan terbesar antara millenium dan pendahulunya adalah bagaimana mereka memandang dunia; remaja saat ini berbeda dari millenium tidak hanya dalam pandangan mereka tapi juga bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka. Pengalaman yang mereka miliki setiap hari sangat berbeda dari generasi yang baru berusia beberapa tahun sebelum mereka. Apa yang terjadi pada tahun 2012 menyebabkan perubahan perilaku yang dramatis. Setelah resesi besar, yang secara resmi berlangsung dari tahun 2007 sampai 2009 dan memiliki efek starker pada millenium yang berusaha menemukan tempat dalam ekonomi yang meledak. Tapi justru saat proporsi orang Amerika yang memiliki smartphone melampaui 50 persen.

Kedatangan smartphone telah mengubah secara radikal setiap aspek kehidupan remaja, dari sifat interaksi sosial mereka dengan kesehatan mental mereka. Perubahan ini telah mempengaruhi kaum muda di setiap sudut negara dan di setiap jenis keluarga. Tren muncul di kalangan remaja yang miskin dan kaya; dari setiap latar belakang etnis; di kota, pinggiran kota, dan kota-kota kecil. Dimana ada menara, ada remaja yang bertahan di smartphone mereka. Bagi kita yang dengan sayang mengingat masa remaja yang lebih analog, ini mungkin tampak asing dan meresahkan. Tujuan studi generasional, bagaimanapun, bukanlah untuk menyerah pada nostalgia seperti keadaan sebelumnya; Ini untuk memahami bagaimana mereka sekarang. Beberapa perubahan generasi positif, beberapa negatif, dan banyak keduanya. Lebih nyaman di kamar tidur mereka daripada berada di komunitas atau di lingkungan sosial, remaja masa kini secara fisik lebih aman daripada remaja yang pernah ada sebelumnya. Secara psikologis, bagaimanapun, mereka lebih rentan daripada millenium: Tingkat depresi remaja dan bunuh diri telah meroket sejak 2011. Bukanlah berlebihan untuk menggambarkan berada di ambang krisis kesehatan mental terburuk dalam beberapa dasawarsa. Sebagian besar kemunduran ini bisa ditelusuri ke ponsel mereka.

Pola hidup manusia telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Kehidupan yang semakin modern membawa manusia pada pola perilaku yang unik, yang membedakan individu satu dengan individu lain dalam persoalan gaya hidup. Bagi sebagian orang gaya hidup merupakan suatu hal yang penting karena dianggap sebagai sebuah bentuk ekspresi diri. Pola hidup merupakan pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lain, yang berfungsi dalam interaksi dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat dipahami oleh orang yang tidak hidup dalam masyarakat modern. Tak terbayangkan lagi bagaimana teknologi di tahun-tahun setelah ini.