Hack Day adalah satu hari khusus dimana siswa coding bootcamp Refactory batch 3 dan batch 4 dibagi ke dalam tim yang masing-masing memiliki keleluasaan untuk mengembangkan satu ide aplikasi mereka hanya dalam batas waktu 10 jam. Maka praktis hari itu berlangsung dengan cepat dan sibuk, akan tetapi semua peserta tampak menemukan kenikmatan di tengah hiruk pikuk yang terjadi di hari itu.

Hana Alaydrus dan timnya menciptakan voice-to-voice translation menggunakan Google Speech API dan React Native untuk mobile apps. Dengan ponselnya, Hana berhasil menerjemahkan ‘hola tengo hambre’ dari Bahasa Spanyol ke dalam ‘hallo ich bin hungrig’ Bahasa Jerman yang berarti ‘halo saya lapar’. Sebuah aplikasi yang sesuai klaim dari tim mereka dapat menyelamatkan jiwa kita bila kita terdampar di sebuah negara yang asing.

Abdul Latif dan timnya menciptakan sebuah music player yang bisa dimainkan langsung dari Telegram menggunakan Laravel sebagai backend dan Telegram bot sebagai input dari user. Di layar proyektor, ia mampu mendemokan bagaimana memutar musik hanya dengan mengajukan permintaan melalui Telegram web - yang sempat terancam akan diblokir pemerintah kita. Jika kita lihat dari kepentingan yang lebih besar, Latif dan timnya menunjukkan bahwa di tangan yang benar, teknologi menghadirkan kreativitas.

Rizal Sidik dan timnya menciptakan panggilan darurat untuk polisi, damkar, dan rumah sakit menggunakan Firebase untuk backend dan React untuk web application dan React Native untuk mobile application. Pada layar proyektor, ia mampu menunjukkan sebuah peta yang dapat terbarui secara realtime apabila ada laporan yang dikirim dari smartphone mereka. Terdengar seperti apps yang kompleks? Betul sekali. Dan mereka mampu menghadirkannya hanya dalam batas waktu 10 jam.

Satu hal yang sangat layak diapresiasi adalah, hanya dalam constraint waktu 10 jam, mereka semua mampu menghadirkan sebuah aplikasi yang dapat didemokan. Meski pada dasarnya, hal ini sangat wajar mengingat batch 3 telah memasuki tiga bulan masa bootcamp mereka sehingga kami, meminjam pernyataan Dr. Helen Magnus pada Nikola Tesla dari salah satu serial Hollywood: expect nothing less. Sehingga pada hari itu, ketika pemenang dipilih berdasarkan voting, ketiga tim mendapat suara berimbang. Maka masing-masing tim mendapat satu hadiah buku pemrograman dari Gufron (COO Refactory). Kami bangga, dan kalian harus bangga. Jadi, lanjutkan kreativitas kalian.

Join the fun: https://enroll.refactory.id/