Growth & Culture

Perempuan Belajar Coding? Kenapa Tidak?

By

|

By

Pernahkah terbersit pertanyaan bisakah perempuan belajar coding atau pemrograman? Saat ini belajar coding sudah semakin massif dimana-mana. Tidak hanya di Negara-negara maju, belajar coding juga menjadi trend di berbagai Negara berkembang.

Belajar coding tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, meskipun tidak bisa dipungkiri perbandingan programmer laki-laki masih lebih banyak dibandingkan programmer perempuan, namun beberapa perempuan belajar coding atau pemrograman bisa sampai menjadi terkenal karena sangat keren dan menginspirasi.

Jade Raymond misalnya, salah satu programmer perempuan yang mengawali karirnya di industri game di perusahaan raksasa Sony sebagai programmer. Dia juga pernah bekerja di Electronic Arts (EA) dari menjadi koresponden untuk The Electric Playground hingga menjadi produser eksekutif di Ubisoft Montreal.

Raymond juga sempat mendirikan Ubisoft Toronto Studio dan menjabat sebagai direktur pelaksana, hingga pada tahun 2019 Raymond juga bergabung di Google ditunjuk menjadi wakil presiden.

Selain Jade Raymond tentu masih banyak lagi programmer-programmer perempuan yang menginspirasi seperti Sarah Haider yang mengawali karirnya di perusahaan Twitter dan dipercaya untuk mengembangkan software Twitter for Android, Atau Tracy Chu yang telah ikut mengembangkan Google, Facebook, Quora, sampai Pinterest.

Corrine Yu yang juga tidak kalah populer di dunia pemrograman, apalagi jika kalian penikmat game seru seperti Brothers in Arms, Unreal Engine 3, Borderlands, dan Zombie dibalik game-game tersebut ada peran penting programmer perempuan bernama Corrine Yu! Dan masih banyak lagi programmer perempuan yang lainnya yang tak main-main kehebatannya.

Seorang perempuan belajar coding itu baik. Jika kamu perlu alasan lain, ini dia yang bisa kamu baca.

Melatih Kemandirian

Saat belajar coding seseorang harus terbiasa mencari solusi bagaimanapun caranya. Hal tersebut tentu melatih kemandirian seseorang, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah langsung bertanya tanpa berusaha terlebih dahulu.

Melatih berpikir

“Everyone in this country should learn how to program because it teaches you how to think” – Steve Jobs

Menurut Steve Jobs belajar pemrograman itu mengajarkan kita bagaimana berpikir. Perempuan yang katanya cenderung mengedepankan perasaan akan lebih seimbang antara perasaan dan logikanya ketika belajar pemrograman.

Melatih menyelesaikan permasalahan

Belajar coding juga melatih menyelesaikan permasalahan, karena secara sederhana pemrograman adalah tentang problem solving. Problem solving adalah kemampuan yang tidak terlihat tapi sangat penting dan semua orang membutuhkan skill tersebut karena setiap orang pasti punya masalah baik besar maupun kecil.

Masih ada banyak peluang karir

Profesi programmer tidak memandang jenis kelamin, laki-laki dan perempuan diberi kesempatan yang sama dalam mendapatkan peluang mendapatkan pekerjaan di bidang pemrograman.

Tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar coding meski kamu adalah seorang perempuan. Pada awalnya di Refactory programmernya laki-laki semua, saat ini sudah mulai bergabung programmer-programmer perempuan. Tidak hanya ngoding, mereka juga ada yang mengajar karena bergabung pada Departemen Trainer. Penasaran dan ingin belajar langsung dengan Trainer Refactory?

Hubungkan dengan kami

Ikuti refactory

Case Studies

Tag

pemrograman, Perempuan, Programmer, Refactory, refactory solusi pandemi, women in tech

×