Internet of Things (IoT) menjadi peluang yang sangat besar bagi para developer untuk berkontribusi lebih di dunia device yang semakin berkembang di pasar. Namun jika Anda tertarik untuk mengembangkan produk yang scalable dan konektifitas jangka panjang tidak ada salahnya Anda mengenal produk Google satu ini.

Android Things

Android Things adalah ekstensi Android yang didesain khusus dengan kualitas baik, keamanan perangkat yang tinggi, dan maintenance jangka panjang.

Platform Android Things terdiri dari tiga bagian utama:

  • Optimized OS, yang merupakan variasi Android Operating System yang telah dioptimasi untuk penggunaan IoT.
  • Secure Updates, update keamanan berkala langsung dari Google.
  • Accessible Hardware, perangkat IoT yang berkualiatas dan mudah untuk diintegrasikan.

Operating System

Android Things terdiri software yang berjalan di perangkat (device) IoT yang akan kita kembangkan. Dengan Android Things kita bisa mengembangkan aplikasi dengan framework yang kaya akan fitur karena didukung oleh Android SDK dan Google Services. Termasuk UI Tool Kit, dukungan Multimedia dan berbagai activity yang mendukung berbagai device sekarang ini.

Aplikasi kita akan terasa sangat mudah diintegrasikan dengan berbagai produk populer dari Google Service, seperti Firebase, Tensorflow, dan Platform Google Cloud dengan menggunakan banyak client library yang ada saat ini.

Selain bahasa pemrogaman Java, belum lama ini Google meluncurkan bahasa pemrograman baru untuk mendukung development di Android, yaitu Kotlin. Lantas apakah kita bisa mencobanya untuk proses pengembangan aplikasi di Android Things? Tentu saja, karena Android Things menggunakan semua bahasa dan development tools yang di-support oleh Android development saat ini.

Optimized Android OS

Dalam rangka meningkatkan pengalaman Android untuk embedded use, Google menyesuaikan platform Operating System Android Things untuk dapat menyelesaikan proses boot dengan cepat dan mengurangi penggunaan memory. Selain itu Google juga menanamkan varian sederhana dari Google Play Service yang telah dioptimasi khusus untuk IoT.

Menariknya, tim Google juga menyematkan library khusus yang men-support perangkat IoT agar aplikasi kita terintegrasi dengan baik dengan perangkat hardware IoT. Hal ini termasuk dukungan peripheral interfaces dan device management. Android Things OS tidak mendukung user interface apps seperti launcher atau browser, tetapi dirancang khusus agar device dapat booting langsung ke aplikasi yang kita kembangkan.

Pembaharuan System dan Keamanan

Google menangani langsung proses update system dan keamanan dari inti sistem operasi, sehingga kita bisa fokus pada aplikasi yang kita kembangkan. Hal ini yang menjadi poin besar bagi kita untuk mengambil keuntungan dari stabilitas dan keamanan yang Google tawarkan untuk kestabilan produk dan perlindungan terhadap pengguna aplikasi kita ke depannya.

Pendistribusian Update yang Aman

System Signed Images dari Google akan diverifikasi oleh perangkat saat proses booting untuk memastikan stabilnya system dari kerusakan file atau proses update yang tidak sempurna. Fitur Android seamless A/B updates melakukan pembaharuan images di background agar tidak mengganggu aplikasi kita yang sedang berjalan saat ini. Jika terjadi kegagalan dalam booting image yang baru dari proses update sebelumnya, sistem akan mengembalikan ke "images" lawas sehingga aplikasi bisa tetap berjalan di sistem operasi yang stabil. Pembaharuan dilakukan secara OTA (Over The Air) di Android Things Console dengan menggunakan infrastruktur yang sama ketika kita melakukan proses pembaharuan di perangkat mobile saat ini. Bahkan kita dapat mengatur pembaharuan secara otomatis ketika image system terbaru telah rilis. Sedangkan aplikasi yang berjalan di perangkat dikelola secara khusus melalui console dan ter-bundle di setiap update-nya.

System on Module (SoM)

Proses produksi perangkat dalam Android Things adalah sesuatu yang tidak rumit. Hal ini berkat arsitektur System on Module yang diadopsi oleh Android Things di setiap perangkatnya. Setiap perangkat terdiri dari berbagai modul yang merupakan satu kesatuan komponen yang utuh, yang dapat secara mudah kita "bongkar pasang" menurut kebutuhan dan design produk kita. Hal yang sama ketika kita menggunakan beberapa framework atau library ke dalam aplikasi kita.

Setiap module diproduksi dalam volume yang masif oleh penyedia chip tetapi tetap membolehkan kita untuk membeli secara "eceran" maupun "grosir" sesuai dengan budget yang kita tentukan.

Perangkat Android Things mendapatkan lisensi langsung dari Google dan dapat kita dapatkan dari pabrik partner Google. Partnership inilah yang memastikan kita mendapatkan dukungan jangka panjang (long term support) di setiap jajaran rilis perangkat kita. Perangkat tersebut juga telah dilengkapi dengan lisensi pra produksi (Pre-Certified) sehingga kita tidak perlu merogoh kocek lagi untuk mendapatkan lisensi serupa, yang memudahkan produk kita dapat diterima di pasar secara legal.

Android Things lebih dari sekedar platform yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan produk IoT kita. Pembaharuan keamanan yang terjamin, dukungan perangkat yang keren dan platform yang dapat diandalkan menjadi alasan utama bagi Anda yang tertarik di dunia IoT untuk mencobanya. Anda dapat mengunjungi dokumentasi resmi dan mencoba sampelnya di peranah berikut ini: