Teknologi Blockchain tengah hangat menjadi perbincangan setelah meningkatnya nilai per token dari Bitcoin dan Ethereum dalam beberapa bulan terakhir. Selain mereka yang sibuk menghasilkan uang digital, investor di wilayah ini mulai bermunculan seiring dengan bagaimana teknologi ini dapat memberi nilai tambah bagi bisnis mereka. Sejumlah organisasi berita terkemuka melihat bagaimana tren teknologi keuangan ini juga dapat menguntungkan industri lain di masa depan. Beberapa bahkan menahbiskan Blockchain sebagai penemuan terbesar kedua setelah internet.

Perusahaan distribusi barang besar seperti Maersk kini mulai menguji teknologi ini untuk melacak kargo mereka saat berpindah dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Perusahaan ritel multinasional seperti Walmart juga tengah menguji apakah Blockchain efektif dalam melacak keseluruhan distribusi produk mereka sebelum mencapai rak toko. Selain itu, institusi kesehatan, produsen pesawat terbang, hingga sejumlah negara tengah bereksperimen dengan sistem Blockchain untuk tujuan yang berbeda. Teknologi ini memang masih jauh dari kesempurnaan, tapi konsep fundamentalnya memiliki potensi besar dalam memperbaiki operasi bisnis internal dan transaksi eksternal untuk sebagian besar perusahaan.

Maka sore itu, Bambang Purnomosidi (github: bpdp), profesor Coding Bootcamp Refactory menjelaskan seputar konsep block chain dan kenapa student perlu mengetahuinya.

Be our student: https://enroll.refactory.id/