Banyak pemimpin bisnis besar di dunia berpikir untuk mempersiapkan teknologi terbaru di masa depan. Namun sedikit di antara mereka yang siap secara operasional, berkompetisi, perubahan budaya dan pergeseran sistem keamanan, seperti yang dilansir dalam laporan konusltan bisnis dan teknologi West Monroe Partners.

Teknologi hadir dalam rangka pembenahan secara organisasional untuk meningkatkan performa, scaling up dan dampak pasar. Beberapa teknologi serupa memberikan perlakukan khusus bagi mereka yang gagal beradaptasi dengan cepat.

Laporan ini mengatakannya dengan istilah, Teknologi Mengubah Segalanya: Bisnis berjuang beradaptasi, hal itu berdasarkan hasil survei kepada 300 eksekutif senior jasa finansial, kesehatan, energi di 2017 di Amerika Serikat. Mereka mengaku kewalahan dengan banyaknya data dan akses teknologi yang mereka miliki dengan “apa yang harus dilakukan.”

“Dengan dorongan pada dunia digital dan antusiasme tren teknologi seperti artifisial intellijen, robotik dan big data, para eksekutif merasa kebutuhan untuk bertindak dianggap terlalu taktis,” kata Managing Director West Monroe Greg Layok. “Klien kami lebih melihat jika kesuksesan itu adalah sebuah proses bagaimana teknologi menyesuaikan dengan budaya.”

Semua data sains dan perangkat untuk mengembangkan bisnis memberikan cara pandang tersendiri, bahkan di luar prediksi jika setengah dari survei tersebut mengatakan jika data yang disajikan adalah untuk memberikan model prediksi untuk memberikan output lebih baik. “Perusahaan-perusahaan ini berinvestasi pada data platform dan mengarahkan pada bisnis analitik untuk berada pada posisi yang sesuai dengan tren, berkesinambungan dan berinovasi.”

Pimpinan bisnis dan teknologi harus berfungsi sebagai satu tim, memiliki pola pikir pengembangan produk dan berinovasi pada lingkungan yang bisa cepat bangkit saat tersungkur.

Mayoritas eksekutif perusahaan besar (94 persen) mengatakan teknologi yang “disruptif” akan memberikan sebuah kesempatan baru di tahun berikutnya saat 42 di antaranya mngklasifikasikan teknologi baru bukan lah sebagai ancaman.

Tekanan persaingan bukanlah masalah utama menurut survei Monroe, tapi jadi permasalahan. Dua pertiga pimpinan perusahaan mengatakan jika kesuksesan kompetitor bukanlah dari bagaimana mereka memanfaatkan data yang mereka miliki. Insting kepercayaan dan tindakan yang tepat dalam sebuah transformasi organisasi jadi yang paling utama. Hanya sepertiga mengatakan jika inisiasi teknologi lah yang memberi cara pandang baru kepada konsumen.

Fokus pada keamanan cyber saat ini sangat tinggi, dengan 4 persen responden yang tidak terlalu peduli akan hal itu. Tapi mereka tidak bisa mengidentifikasi akar dari rasa takut itu, lantaran mereka merasa percaya diri dengan keamanan data yang mereka punya.

“Keamanan jadi hal utama untuk semua industri seiring meningkatknya kesadaran konsumen dengan 70 persen responden merasa mereka sudah cukup yakin dengan keamanan yang mereka miliki.”

Apa yang terjadi saat ini adalah pimpinan merasa jika sertifikasi dan perangkat tidak cukup kuat, tapi perusahaan perlu meluangkan banyak waktu untuk menciptakan keamanan kerangka berpikir di setiap karyawannya.

Berdasarkan laporan tersebut diprediksi jika artifisial intelijen (AI), biotech, robotik, energi hijau dan perjalanan luar angkasa akan masuk zona arus utama, Beberapa laporan mengatakan banyak yang fokus pada pengembangan web dan mobile, tapi tidak pada penawaran di level yang lebih tinggi seperti mesin pembelajaran dan AI.